Gelandang Buangan Timnas Inggris Merapat ke Inter Milan di Bursa Transfer 2024

Gelandang Buangan Timnas Inggris Merapat ke Inter Milan di Bursa Transfer 2024

PARADE APPAREL – Klub Liga Italia (Serie A), Inter Milan dilaporkan tengah memburu sosok gelandang buangan Timnas Inggris pada bursa transfer Januari 2024 mendatang.

Dilansir dari Sky Sports, gelandang tersebut bernama Matt O’Roley yang kini masih berusia 23 tahun.

Matt O’Roley sendiri awalnya merupakan pemain Timnas Inggris. Namun dia kemudian pindah ke Timnas Denmark, lantaran merasa dekat dengan negara tersebut.

“Saya awalnya bermain di tim muda Inggris, tapi di saat yang sama, saya lebih cenderung ke Denmark. Ibu saya dari sana dan saya cukup fasih dengan bahasanya,” ujarnya.

Sang pemain saat ini membela Celtic sejak 2022 lalu dan sudah mengoleksi 9 gol dan 8 assist dari 24 penampilannya.

Dengan performa gemilang tersebut, Inter Milan lantas dikabarkan minat untuk memboyongnya ke Giuseppe Meazza di Januari 2024.

Meski begitu, mereka harus bersaing dengan beberapa klub ternama yang juga memperebutkan posisi sang pemain, di antaranya ada Aston Villa, West Ham United, Atletico Madrid dan PSV Eindhoven.

Rencananya, rival sekota AC Milan itu akan meminjam Matt O’Roley terlebih dahulu sampai akhir musim 2023/2024 dengan kewajiban pembelian di akhir pinjaman.

Langkah ini dinilai sangat tepat bagi Inter Milan yang sedang dilanda krisis finansial lantaran pemilik mereka, Suning Holding Group sedang berusaha membayar utang ke Oaktree Capital.

Matt O’Riley sendiri memili nilai jual 13 juta euro. Kontraknya di Celic pun masih sampai 31 Mei 2027. Ia bisa diposisikan sebagai gelandang serang, tengah dan bertahan.

Di sisi lain, Inter Milan juga dilaporrkan tengah membidik predator Sporting CP yang bernama Viktor Gyokeres.

Inter sudah lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2023/2024 dengan menjadi runner Grup D di bawah Real Sociedad.

Sehingga mereka membutuhkan pemain tangguh untuk menjalani babak selanjutnya.

Sportsmole mengatakan bahwa Viktor Gyokeres juga jadi perebutan klub top Eropa, di mana salah satunya adalah Inter Milan.

Pada bursa transfer musim dining, Sporting CP sudah berhasil mendatangkan pemain asal Swedia itu dari Coventry City dengan mahar 24 juta Euro.

Mereka lantas memberinya kontrak sampai 30 Juni 2028 dan menyematkan klausul rilis mencapai 100 juta euro.

Hal ini mendapat respons positif dari Gyokeres lewat performanya.

Musim ini, sang striker 25 tahun itu sudah memainkan 18 laga dan berhasil mencetak 15 gol serta menyumbangkan 7 assist.

Inter yang sedang menghadapi babak-babak krusial Liga Champions 2023/24 plus mengincar Scudetto Serie A Italia musim ini, jelas membutuhkan sosok tangguh seperti Gyokeres.

Apalagi, mereka sejauh ini hanya bisa mengandalkan Lautaro Martinez dan Marcus Thuram sebagai duo predator dalam skuad Simone Inzaghi.

Inter atau Nerazzurri sebenarnya juga mengincar Mehdi Taremi dari Porto. Namun, transfer sang pemain tampaknya hanya akan terjadi pada musim panas 2024 saat Taremi berstatus free agent.

Untuk mendapatkan Viktor Gyokeres pada Januari jelas tidak mudah bagi Inter. Sebab, mereka juga masih harus bersaing dengan Arsenal, Newcastle United, Fulham, dan khususnya, Chelsea.

 

Kekhawatiran Stefano Pioli, Tim Kalah Lagi-Dipecat Petinggi Klub

Kekhawatiran Stefano Pioli, Tim Kalah Lagi-Dipecat Petinggi Klub

PARADE APPARELAC Milan ditahan Salernitana 2-2 dalam lanjutam Serie A musim ini.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli menyesalkan kegagalan timnya meriah kemenangan meski tampil dominan.

Gol Fikato Tomori di menit ke-16 membawa AC Milan unggul dalam laga di Arechi, Sabtu (23/12/2023) dini hari WIB.

Namun tuan rumah bebalik memimpi Via gol sundulan Federico Fazio dan serangan balik yang berujung gol tendangan jarak jauh Antonio Candreva.

Luka Jovic kemudian hadir sebagai penyelamat dengan mencetak gol pengimbang di menit akhir waktu normal.

Tambahan satu poin tak mengubah posisi AC Milan di urutan tiga klasemen, namun jarak dengan Inter Milan di puncak klasemen terancam melebar.

Apalagi Inter hanya akan menghadapi Lecce akhir pekan ini. Jika sampai menang, mereka akan unggul 11 poin dari Milan.

Pioli pun menyayangkan hasil imbang ini karena Rossoneri sebetulnya punya kans membawa pulang tiga poin.

Hal itu tercermin dari sembilan tembakan ke gawang yang dimiliki Milan, namun hanya dua yang berujung gol.

Harus diakui, kiper Benoit Costil tampil menawan di bawah mistar gawang tuan rumah.

“Kami pulang dengan penyesalan, seperti yang terjadi berkali-kali musim ini. Mungkin hal tersulit adalah memecah kebuntuan, namun kami bisa melakukannya dan mengambil kendali, lalu ada distraksi yang berakibat fatal di level laga seperti ini,” ujar Pioli kepada DAZN.

“Kami memberi perlawanan dan mengambil satu poin, tapi ini jelas bukan hasil yang kami inginkan. Jika situasi semacam ini terus terulang, maka ini adalah persoalan mentalitas.”

“Saat kebobolan gol pertama lewat sepak pojok, semua orang berada di posisinya, jadi kami perlu tampil lebih intens dan lebih fokus saat menjaga pemain lawan. Kami membuat kesalahan kecil namun fatal, berakibat kehilangan poin dan rasa percaya diri.”

“Hal yang mengkhawatirkan adalah kami banyak kehilangan poin akibat kesalahan sendiri. Satu-satunya hal positif yang saya lihat adalah reaksi kami sebagai tim besar, yang berjuang untuk menang hingga akhir,” jelas Pioli.