Bek Rp 695 M Berdarah Indonesia Dikontrak Aston Villa

Bek Rp 695 M Berdarah Indonesia Dikontrak Aston Villa

Klub Premier League, Aston Villa, dilaporkan berhasil bersepakat dengan Chelsea untuk mendatangkan bek kiri keturunan Indonesia dengan nilai pasar Rp 695,2 miliar, yakni Ian Maatens.

Menurut laporan Fabrizio Romano, bek Timnas Belanda itu kemungkinan akan ditebus Villa dengan nilai transfer sekitar 35-40 juta euro (Rp729-833 miliar).

“Villa menawarkan kontrak enam tahun, dengan pihak klub dan pemain ingin kesepakatan diselesaikan pekan ini,” kata Romano dalam akun X-nya pada Kamis.

Bek keturunan Indonesia itu musim lalu dipinjamkan kepada Borussia Dortmund yang dia antarkan ke final Liga Champions.

Dia bersedia bergabung dengan Aston Villa karena tampil dalam Liga Champions musim depan.

The Blues sempat memasukkan striker Jhon Duran dalam kesepakatan dengan Aston Villa sebelum memutuskan menjual Maatsen.

Dortmund sempat berusaha mengontrak Maatsen awal bulan ini setelah meminjam sang pemain musim lalu, tetapi klub Bundesliga itu tak bersedia menggelontorkan dana sebesar 35 juta poundsterling seperti diminta Chelsea.

Maatsen tengah bergabung dengan Belanda untuk Euro 2024 sehingga belum bisa merampungkan transfer ke Aston Villa.

Chelsea mendatangkan Maatsen dari PSV pada 2019, tetapi hanya tampil 16 laga bersama klub Liga Inggris tersebut.

Pemain berusia 22 tahun itu lebih sering dipinjamkan oleh the Blues, ke Charlton Athletic, Coventry City, Burnley, dan Borussia Dortmund.

Justin Hubner, Bek Indonesia Pertama di Liga Inggris

Justin Hubner, Bek Indonesia Pertama di Liga Inggris

PARADE APPARELLiga Inggris baru saja memastikan perubahan kebangsaan bek Wolces U-21, Justin Hubner.

Pria kelahiran Belanda itu resmi menjadi soerang warga negara Indonesia.

Peralihan kewarganegaan itu merupakan sesuatu yang diidam-idamkan oleh Justin Hubner. Sempat maju mundur, ia akhirnya mantap memilih paspor Indonesia seperti halnya Rafael Struick dan Ivar Jenner.

Kedua kompatriotnya memang lebih dulu menyelesaikan proses naturalisasi. Mereka bahkan bertanding kontra juara Piala Dunia 2022, Timnas Argentina, pada pertengahan tahun ini.

Kembali ke Justin Hubner, transformasi ini mungkin akan membawa perubahan untuknya. Satu di antaranya, apakah kariernya di Inggris bakala terhenti?

FA (PSSI-nya Inggris) memang punya syarat yang cukup ketat. Satu di antaranya adalah mengatur pemain asing yang datang ke kompetisi mereka merupakan bagian dari 50 bisa ranking FIFA.

Bila mengacu ranking FIFA, Justin Hubner jelas tak memenuhi syarat lantaran Indonesia berada jauh di peringkat 147 dunia.

Namun, FA punya pedoman khusus untuk pemain home-grown.

Dalam konteks ini, seorang pemain yang direkrut secara profesional oleh klub di bawah naungan FA maupun Football League harus sudah berada di tim selama 36 bulan aliasn tiga tahun sebelum usianya mencapai 21 tahun.

Syarat ini yang bisa dipenuhi oleh pemain berusia 20 tahun tersebut. Ia telah berada di Wolves U-18 sejak 2020 dan menjadi bagian dari Wolves U-21 sejak tahun lalu.

Justin Hubner bukan bek sembarangan di Premier League 2 (kompetisi teratas untuk tim U-21). Ia tampil penuh dalam 10 pertandinmgan bersama Wolves U-21.

Bahkan, eks pemain FC Den Bosch U-21 itu juga tampil cukup produktif. Catatan empat gol yang dibuatnya sejauh ini menjadikannya bek paling produktif.

Namun, penampilan cemerlangnya tak sejalan dengan prestasi klub. Wolverhampton U-21 tertahan di peringkat 12 dengan 13 poin.

Penampilan individu yangh ciamik di tim muda membuat pelatih Wolves, Gray O’Neil, tertarik dengannya. Dia mengajak Justin Hubner berlatih bersama Hwang-Chan dkk.

Kesempatan besar itu datang pada laga kontra Arsenal, awal Desember tahun ini. Ia masuk skuad yang melawat ke Stadion Emirates.

Walaupun tak mendapatkan menit bermain pada laga yang berakhir untuk kemenangan tuan rumah, pengalaman tersebut tentu akan semakin memotivasi Hubner.